Lembar

Selasa, 26 November 2013

Nyawa Hidupku

https://www.youtube.com/watch?v=Qk0RS3y6CXc
Dan, dari panjangnya kisah, Keyakinan itu tetap bertahta, bahwa sebenarnya, Kamulah...  "Nyawa Hidupku..."

Kamis, 25 Juli 2013

Keadaan didepan sudah seperti padang pasir dengan panas menyengat,Perjalanan jauh panjang juga melelahkan. Dulu, kita bisa saling menggenggamkan tangan untuk saling menguatkan meski jalanan yang sudah kita lewati bersama tak kalah panas,gersang dan berdebu. Ketika kelelahan mendera, selalu aku temukan oase ketika menatap binar matamu.
Debu-debu kenangan sudah beterbangan entah membumbung tinggi kemana,Lenyap terbawa angin yang menerbangkan harapan juga asa kita yang pernah kita ikrarkan bersama pada kaki cakrawala jingga,diantara rintik gerimis.
Sudah cukup lama aku terpaku meratapi kenangan,sepanjang sejarah kisah dari sebuah perjalanan hati kita. Tetapi inilah yang terbaik,untukmu,untukku,bagi kita dari-NYA.
Biarlah kita hidup merajut masa depan kita, bukan meratapi masa lalu.
Jika "buku" tentang kita esok harus berdebu, aku akan selalu membersihkannya,dan menempatkannya pada rak hati penuh kemuliaan.
(Untukmu,Pemilik mata seindah Pelangi...)

Kamis, 11 Juli 2013

Tarbiyah Ruhiyah Ramadhan

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (Al Baqoroh 2 : 185)

Assalamu’alaikum wr wb..
Saudaraku kaum muslimin wal muslimat yang di rahmati Alloh..

Betapa mulianya digambarkan bulan ramadhan dalam beberapa ayat-ayat Al Qur’anul Kariim.
Bulan Ramadhan sejatinya adalah bulan tempat kita bisa mengintip surga. Merasakan kedekatan dengan surga melalui amal-amal terbaik kita. Pintu-pintunya pun terbuka. Bahkan syaitan sang penggoda harus diikat kuat tak berkutik. Hakikat dari diikatnya syaitan adalah dalam sebenar-benarnya terikat yang keadaan mereka (para syaitan) di belenggu oleh Alloh SWT.
Lalu tinggalah kader-kader syaitan dari jenis manusia yang masih merajalela,yang muncul dari sikap keseharian manusia dalam 11 bulan selain romadhon, yang lantas menjadi kebiasaan.
Kita biasa menyebutnya dengan nafsu. Nah, nafsu inilah –jika kita tidak hati-hati- akan merubah program ramadhan romantis kita berubah menjadi tidak karuan. Dari janji pahala menjadi ancaman dosa. Dari mesra yang berpahala hanya menjadi kemenangan sang durjana.

Banyak produk-produk provokasi syaitan yang difollow up dengan baik oleh sang nafsu mampu menghancurkan pahala puasa kita. Yang paling semu mungkin adalah ketika mesra (sepasang suami istri) kita justru ternoda dengan kata-kata kotor dan keji. Bermesraan di siang Ramadhan sungguh perlu intensitas pengendalian diri yang cukup. Karena ketika mesra kita justru menjadi parade kata-kata seronok dan vulgar, jangan ada sesal ketika lapar dahaga kita menjadi tiada guna. Juga terkadang gerutuan-gerutuan yang keluar tanpa sengaja,atau bahkan tidak kita maksudkan untuk menggerutu,kepada manusia sendiri atau pada keadaan yang ada dan kita hadapi dalam keseharian. Contoh sederhana dari gerutuan kepada sesama manusia adalah “Kerja pada gak ada yang bener sih..! (misal kita seorang atasan) dan yang merasa melakukan pekerjaan yang diumpat begitu tidak merasa ridho,maka akan mengurangi kaidah manfaat menahan lapar dan haus kita.
Atau ada saat kita menggerutu pada keadaan, “ Panas sekali,siang ini..” Haus sekali..” Lemas sekali..”  itupun dapat mengurangi manfaat puasa kita,jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga dalam puasa kita, menjaga dan berhati-hati dalam segala sikap juga perilaku kita,”Al Ihtiyatu Ahsan” (Berhati-hati lebih baik).

Seperti dijelaskan melalui hadits :

Dari Abu Hurairah ra : Rasulullah SAW bersabda : "Tidak puasa itu dari (menahan) makan dan minum saja. Akan tetapi puasa dari hal yang sia-sia dan kata-kata keji " (HR Ibnu Khuzaimah dan Hakim : Sohih dengan syarat Muslim)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda : " Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang " (HR Ibnu Majah, Nisa'i, Hakim : Shohih dengan syarat Bukhori

Saudaraku seiman yang dimulyakan Alloh SWT.
Hari ini kita tengah berada dihari di bulan Ramadhan.
Saatnya mereguk nikmat pahala dan ampunan sebanyak-banyaknya. Hikmah di balik semua ini adalah untuk menggiring umat islam pada takwa, mencipta sosok-sosok yang muttaqien dan tunduk pada Rabbnya.
Sosok-sosok bertakwa itulah yang diharapkan lahir dari tarbiyah ruhiyah yang berlangsung selama bulan Ramadhan. Mereka adalah manusia-manusai unik. Disebut unik, karena mereka merasakan kebahagiaan sekaligus membahagiakan orang lain.
Keunikan itu di jelaskan dalam firman Allah,
“dan bersegeralah kamu pada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan utnuk orang-ornag yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Sedang mereka mengetahui.” (QS. 3:133-135)
Dari tiga ayat ini dapat di uraikan sejumlah keunikan karakter orang yang bertakwa.
Pertama, punya kepedulian sosial yang tinggi. Ini tercermin dalam uluran tangannya kepada yang lemah, tidak peduli ia sedang lapang atau sempit. Dalam hidup, ia tidak mementingkan diri sendiri, tapi juga peduli terhadap saudara-saudaranya yang membutuhkan.
Kedua, mampu mengendalikan emosi sehingga menunjukkan kematangan jiwa, pikiran dan kedewasaan dalam berinteraksi dengan sesama. Hal ini ia lakukan di rumah, di tempat kerja, lingkungan dan dimanapun ia bergaul.
Ketiga, suka memaafkan kesalahan orang lain. Ia tidak punya niat untuk balas dendam, dan selalu menunjukkan sifat tawadhunya itulah kepribadian dan akhlaknya di tengah masyarakat, baik sebagai pemimpin maupun rakyat.
Keempat, hatinya dihiasi kedekatan dengan allah, pengawasan (muraqabah) dan rasa takut pada-Nya. Karena itu, ketika suatu saat ia lalai dan terjatuh pada dosa, ia langsung sadar dan segera bertaubat kepada Allah, memohon ampunan-Nya tanpa menunda-nunda atau terus larut dalam kemaksiatannya. Ia sadar betul selain para nabi dan rosul alaihissalam, tak ada yang maksum atau lepas dari kesalahan dan dosa. Bahkan orang bertakwa sekalipun, bisa saja jatuh dalam kubangan kemaksiatan dan dosa. Bedanya, orang bertakwa jika terlanjur melakukan kesalahan, ia segera sadar dan bertaubat pada allah yang maha pengasih, dan tak mengulanginya lagi.
Semoga Kita dapat menjadi pejuang-pejuang ramadhan yang tangguh,untuk menyongsong kemenangan dan dijauhkan dari kesia-sian.
Subhanakallohumma wabihamdik ashadu alla waila anta wastaghfiruka wa atubu ilaik..
Hamba yang Faqir yang tanpa bermaksud menggurui karena sang Faqir ini hanya berpegang teguh pada al-hadits
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).
Jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya
Jika seluruh umur adalah dosa, maka tobatlah obatnya
Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhan lah pemutihnya
Mohon maaf lahir batin

Svarid,Manager KJKS BMT NURUL ASMA’

Sabtu, 29 Juni 2013

Kosong,Melompong-Pecah,Terbelah-Remuk,Terpuruk..

Melupakanmu lalu menetakkannya pada langkah yang tertinggal adalah hal berat,seperti membebani pundak dengan kaki terantai besi besar...
Berat dan menyiksa...

Kenangan seperti kilatan-kilatan panjang cahaya yang memutari mata dan memenuhi otak...
Berebut susul menyusul,Memburu tempat untuk dikenang..
Membuka lembaran-lembaran tiap abjad yang kita tulis,menjadi huruf-huruf sarat makna...

"Cinta yang salah pada keadaan juga tempat yang salah" Katamu...

Jika yang terdalam menyimpan rahasia adalah hati..
Kebahagiaan itu meski sejenak pernah kita reguk bersama..
Tak terpungkiri saat itu mawar-mawar merah seperti merekah indah..
Wewangiannya seperti mengurung kita dalam sebuah abjad yang kita rangkai menjadi kalimat "sebuah Bahagia"..

Senyummu,Candamu,tawamu,manjamu..
Seperti goresan maestro di kanvas hidup perjalanan kita..
Yang mengingatnya,seperti mampu lambungkan angan pada mimpi-mimpi semegah cakrawala..

Dan....
Tiba juga masanya..
Kau yang ajarkan aku bahagia..
Kau pula yang ajarkan aku, Pedihnya derita..

Derita, Mendambakan saat-saat itu..
Saat dimana aku tatap kedalaman matamu,dan kau tertunduk saat aku kecup mesra keningmu..

Berlalulah sudah, Sebuah Kisah..
Biarkan Udara Menghempaskan Debu-debu Apa yang kita sebut,detik kenangan..







Jumat, 28 Juni 2013

KITA DAN KENANGAN...

Hujan di 29 Juni 2013....
Datang begitu saja,sebuah ingatan panjang tentang garis-garis kenangan..
Kisah panjang tentang sebuah perjalanan takdir yang mengumpulkan jiwa-jiwa muda beringas, cadas, memelas dan nafas-nafas memburu pada sebuah arti pencarian jatidiri.
Malam-malam yang kita cumbu bersama,lalu menggeliat diantara bisik angin tengah malam yang lambungkan kita,pada mimpi-mimpi semu..
Lalu koor kita tentang lagu-lagu benteng-benteng rapuh kita pada emosi,gejolak nafsu juga cumbuan pada bergelas-gelas arak,gumpalan asap-asap damai,atau hembus pipa-pipa penyuling desis penyemangat hampa..
Gurau kita seperti setiap malam-malam yang kita lalui bersama adalah hanya milik kita..
"Malam ini milik kita........ Jalan kita masih panjang.." Dan dekap kita pada perayaan sederhana kita,selalu kita teriakkan,pada kaki-kaki langit yang angkuh mencibir kita..
Bintang dan tanpa bintang,kita selalu menengadahkan harap pada puncak-puncak langit penuh gemerlap..
Hanya ada suka, hanya ada canda, hanya ada tawa..

Lalu waktu beranjak..
Waktu tak mau menunggu kita,menghabiskan arak-arak yang masih belum habis tertuang..
Waktu tak mau berhenti menanti kita yang sedang menimbang arah,jalan mana yang kita lalui..
Waktu enggan berbalik menjemput kita, untuk mengantar kita pada puncak-puncak harapan..

Waktu berjalan meninggalkan kita pada jejak-jejak yang lenyap tersiram hujan..
Satu persatu kehidupan kita terampas pada sebuah perebutan kepentingan hidup..
Kau pergi,dia pergi, mereka pergi, aku berlalu..

Dinding lapuk kenangan, akan terus memahat kisah kita, kisah anak-anak jaman yang melengkapi takdir..
Hingga pada saatnya nanti kita lewati lorong dengan dinding kenangan itu, kita bisa berujar "Kami pernah menjadi bagian dari pahatan di dinding yang kita sebut, KENANGAN KENAKALAN MASA MUDA yang indah dulu..

Sahabat..
Semoga kalian masih ingat tiap detiknya..
Yang telah pergi dalam keabadian.. Selamat jalan kawan.. Bernyanyilah bersama PELANGI..

(Dedicated for : Mak Kolot,Double Mad,EX-COOL,Almarhum,Tipe-Ex,sleeting dool,ataupun panggung-panggung underground sepanjang jakarta,jiwa-jiwa haus dulu, di marie gold,RIKA,ataupun Pala Sari,Juga warkop-warkop disekitarnya,yang jika kita tidak memiliki banyak uang,kita biasa menghutang sekedar tempe goreng pengganjal perut kosong di malam-malam kita. Pluit dalam,Penjaringan,Gang mawar,Wacunk,pluit raya,tanah merah and for all yang telah menuliskan abjad-abjad indah pada "SEBUAH PERJALANAN" takdir ku....)

Senin, 24 Juni 2013

Mentadaburi Umur... 25 Juni 2013

Selamat Milad Jiwa, Raga, Dan hatiku...
Tak ada ungkapan syahdu...
Tak ada ucapan merdu...
Tak ada Hiruk pikuk apapun...

Yang Terbaik pun,dari yang pernah aku jaga dan aku Cintai...
Seperti sudah tak ada lagi sekedar kata-kata yang indah ku cermati,meskipun tak seindah puisi..

Setahun,bertambah tua..
Dengan langkah yang tertatih dan ruang-ruang pengap hidup yang masih saja melingkupi..
Seperti Labirin panjang dengan ujung yang belum aku tahu dimana..

Kisah panjang,yang pernah kita ukir pada dinding-dinding jaman..
Pudar,bersama tetes hujan..
Sirna,bersama Angin yang mendera,menjelma menjadi debu-debu harapan yang berterbangan..
Sudah terbawa hilang entah kemana..

Berlalulah Kisah Indah yang pernah kita untai bersama..
Lalu kau lenyapkan biji-biji ingatan pada tiap detik saat kemegahan rasa meraja..

Tersenyumlah, Duhai diriku..
KARENA AIR MATA YANG BERDERAI PUN TAK AKAN MERUBAH APAPUN..

Minggu, 23 Juni 2013

KeSombonganmu lah yang akan Menjerumuskanmu..

Kesombongan adalah hal yang kadang kita lakukan,tetapi terkadang kita tidak menyadarinya..
Beberapa hadits-hadits yang menerangkan tentang buruknya sifat kesombongn dan keamgkuhan..
Semoga dapat menjadi pembelajaran semua kita...

“Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: “(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus”, Beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang lain” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkomentar tentang hadits ini, “Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka dan menolak kebenaran”. (Syarah Shahih Muslim 2/269).
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, “Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan, dia juga sombong menerima kebenaran dari orang lain”. (Jami’ul Ulum Wal Hikam 2/275
Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Sebagaimana Allah mengunci mati hati orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah maka demikian juga halnya Allah juga mengunci mati hati orang yang sombong lagi berbuat semena-mena, yang demikian itu karena hati merupakan sumber pangkal kesombongan, sedangkan anggota tubuh hanya tunduk dan patuh mengikuti hati”. (Fathul Qodir 4/492)
Dan orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan memperkecil postur tubuh mereka sekecil semut dan hinaan datang dari segala penjuru tempat, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam yang di sebut Bulas, di bagian atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran penghuni neraka”. (HR. Tirmizi & Ahmad, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat)
Yaa Rabb... Jauhkan sekecil-kecilnya Sifat Kesombongan dari dalam hati Hamba...

Sabtu, 22 Juni 2013

Memelihara kerinduan adalah Memelihara Cinta.. (Ya.. Aku Merindukanmu)

Pernahkah kau merasakan sebuah arti kerinduan...??
Setiap manusia sama,dalam kemanusiaannya,suka-duka,perih-bahagia,luka-suka,hitam ataupun putih Sebuah Perjalanan.
Perasaan Kerinduan itu seperti mengiris luka,lalu menteskan air nipis di atas luka tersebut..
Dapat menatap,bisa berjumpa dengan sesuatu/seseorang yang dirindukan itu adalah obat terampuh,dari segalanya,meski sejenak...

Memelihara kerinduan adalah wujud memelihara cinta..
Sebuah kalimat agung bagi sang pencinta..

Ya..
Begitupun aku merindukanmu..
Seperti rinduku menatap senja dengan gerimis kecil-kecil yang memercik di atas tanah..
Juga Seperti rinduku mentap kilau embun pada pucuk-pucuk dedaunan yang menandakan pagi..

Kau adalah kalimat yang selalu aku tuliskan,lalu ku jilid menjadi buku SEBUAH PERJALANAN..
Meski jika nanti,buku itu kita simpan di laci lalu berdebu..
Aku akan selalu membersihkannya,karena yang aku tahu dan aku mengetahuinya..
Tempatmu selalu terindah.. Diantara jajaran Buku-Buku Hidup yang Lain..

Jumat, 21 Juni 2013

Jangan takut menjadi "Hitam'

Seperti berjalan begitu saja,obrolan panjang dengan bapak-bapak tua yang berkulit hitam legam tadi (Karena perasaan dan memang nyatanya aku saja berkulit hitam,eh masih hitam bapak-bapak tadi, hehehe..)
Ceritanya mengalir,singkat tetapi padat makna,pada waktu istirahat acara ijab qobul walimatul 'ursy,teman yang sudah seperti aku anggap adik sendiri.
"Saya orang kecil mas,modal balung(modal dengkul),nyari rizqinya juga hal-hal yang kotor-kotor,makanya malu untuk menghadiri acara-acara formal dengan orang-orang berpakaian rapi begini.." Ujarnya tanpa nada kesombongan sedikitpun.
Entahlah,aku senang sekali bertanya-tanya tentang kehidupan pada orang-orang yang aku temui dimanapun. Tetapi tidak kepada orang yang lebih sering mendongakkan kepala dengan wajah memberi senyum sisnis ketika sekedar berpapasan,(realitanya memang ada orang-orang seperti itu,hehehe..)

Obrolan berlanjut,dan hingga saatnya pulang dan bersalaman dengan pengantin juga sohibul hajat,aku dan otakku sudah mendapat satu ilmu yang amat sangat berharga,bahwasanya,apapun yang kita lakukan dan kerjakan. Asal kita bersungguh-sungguh/Istiqomah,Alloh sudah menyiapkan "JALAN KEHIDUPAN" Untuk kita.

Lelaki tua berkulit hitam legam yang di sebelahku tadi, hanyalah seorang pembuat areng dari batok kelapa. Yang dari hasil usahanya itu,beliau bisa naik haji bersama istrinya 2 kali,juga menyekolahkan anaknya hingga menjadi dokter.

Aku menyalami beliau,yang kebetulan kami jalan beriringan,yang beliau sudah di jemput sebuah mobil mewah berwarna putih keluaran terbaru, "Anak saya mas,sembari beliau memperkenalkan anaknya.." 
Subhanalloh/Maha Suci wahai ENGKAU Alloh,yang meberikan hamba ibroh/pelajaran berharga,di hari yang masih belum siang ini.

Bahwasanya,jangan pernah takut melakukan yang walaupun terlihat hina dimata orang-orang (dalam arti rizqi yang halal) cintailah yang kita bisa dan lakukan yang kita yaqini,maka Alloh akan mecurahkan rizqiNYA,tanpa ada yang sanggup membendungnya. Man Jadda wa jadda nya kita Lakukan, Maka Kun Fa Ya Kun NYA Alloh,akan Terlimpahkan.

Jazakallohu khoiron katsiron,bapak.. Atas nasehat yang tak bermaksud menasehatimu di hari ini..
Barokallohu Fiikum...

Berebut Benar yang akhirnya malah tidak "benar"

Selepas maghrib,21 juni 2013
Berebut salah,adalah hal yang sudah tak lumrah lagi di jaman sekarang ini...
Karena jaman sekarang yang diperebutkan adalah benar..
Yang salah pun seperti maunya benar..
Apalagi yang benar, atau yang suka menciptakan pembenaran..

Memohon maaf,adalah juga hal yang paling berat dilakukan untuk keadaan sekarang ini..
Salah pun,jika perlu melakukan pembelaan agar terlihat "benar" dimata manusia..

Padahal hakikat memohon maaf,adalah sama saja mengampuni diri kita sendiri..
Melegakan hati,dan menghaluskan perasaan jiwa..
Kesalahan kita pada Alloh SWT/vertikal/hablum minalloh,cukuplah satu yang kita laksanakan, kita memohonkan taubatan nasuha/sebenar-benarnya taubat padaNYA maka kesalahan kita akan dihapuskan,terkecuali kesalahan menyekutukanNYA.


Tetapi kesalahan pada manusia/horizontal/hablum minannas,yang kita lakukan adalah harus dua kali permohonan ampun,yang pertama tentu saja pada manusia yang kita sakiti tersebut,dan yang kedua beristighfar lalu baru memohon ampun padaNYA. 


Alangkah leganya hati,jika kita melakukan kesalahan dan lalu kita berbesar hati mau meminta maaf,tanpa berebut benar. Mengakui kesalahan itu memang berat,tapi disitulah akan teruji seberapa besar jiwa juga hati kita.
Karena pengakuan/mau mengakui kesalahan/permohonan maaf sendiri juga dapat mengikiskan kemarahan sekeras batu sekalipun.

Dan, Aku selalu belajar menjadi pribadi yang seperti itu..
Mari sama-sama belajar,untuk berani mengakui kesalahan juga memohon maaf..