Keadaan didepan sudah seperti padang pasir dengan panas menyengat,Perjalanan jauh panjang juga melelahkan. Dulu, kita bisa saling menggenggamkan tangan untuk saling menguatkan meski jalanan yang sudah kita lewati bersama tak kalah panas,gersang dan berdebu. Ketika kelelahan mendera, selalu aku temukan oase ketika menatap binar matamu.
Debu-debu kenangan sudah beterbangan entah membumbung tinggi kemana,Lenyap terbawa angin yang menerbangkan harapan juga asa kita yang pernah kita ikrarkan bersama pada kaki cakrawala jingga,diantara rintik gerimis.
Sudah cukup lama aku terpaku meratapi kenangan,sepanjang sejarah kisah dari sebuah perjalanan hati kita. Tetapi inilah yang terbaik,untukmu,untukku,bagi kita dari-NYA.
Biarlah kita hidup merajut masa depan kita, bukan meratapi masa lalu.
Jika "buku" tentang kita esok harus berdebu, aku akan selalu membersihkannya,dan menempatkannya pada rak hati penuh kemuliaan.
(Untukmu,Pemilik mata seindah Pelangi...)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar