Lembar

Jumat, 21 Juni 2013

Berebut Benar yang akhirnya malah tidak "benar"

Selepas maghrib,21 juni 2013
Berebut salah,adalah hal yang sudah tak lumrah lagi di jaman sekarang ini...
Karena jaman sekarang yang diperebutkan adalah benar..
Yang salah pun seperti maunya benar..
Apalagi yang benar, atau yang suka menciptakan pembenaran..

Memohon maaf,adalah juga hal yang paling berat dilakukan untuk keadaan sekarang ini..
Salah pun,jika perlu melakukan pembelaan agar terlihat "benar" dimata manusia..

Padahal hakikat memohon maaf,adalah sama saja mengampuni diri kita sendiri..
Melegakan hati,dan menghaluskan perasaan jiwa..
Kesalahan kita pada Alloh SWT/vertikal/hablum minalloh,cukuplah satu yang kita laksanakan, kita memohonkan taubatan nasuha/sebenar-benarnya taubat padaNYA maka kesalahan kita akan dihapuskan,terkecuali kesalahan menyekutukanNYA.


Tetapi kesalahan pada manusia/horizontal/hablum minannas,yang kita lakukan adalah harus dua kali permohonan ampun,yang pertama tentu saja pada manusia yang kita sakiti tersebut,dan yang kedua beristighfar lalu baru memohon ampun padaNYA. 


Alangkah leganya hati,jika kita melakukan kesalahan dan lalu kita berbesar hati mau meminta maaf,tanpa berebut benar. Mengakui kesalahan itu memang berat,tapi disitulah akan teruji seberapa besar jiwa juga hati kita.
Karena pengakuan/mau mengakui kesalahan/permohonan maaf sendiri juga dapat mengikiskan kemarahan sekeras batu sekalipun.

Dan, Aku selalu belajar menjadi pribadi yang seperti itu..
Mari sama-sama belajar,untuk berani mengakui kesalahan juga memohon maaf..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar