Semua keluh kesah aku tumpahkan pada beliau ulama yang sudah begitu zuhud aku kira, semoga Alloh menjagamu tetap menjadi samudra ilmu..
"Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang mereka semua enak saja berbicara sampai aku sakit hati."
Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman - teman ku, sedang teman - temanku seenaknya saja bersikap kepada ku..
Aku capek Stad, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka stad ..!"
Aku mulai setengah terisak..
Kemudian beliau ustad malah hanya tersenyum dan menepuk pundakku sambil berkata ” Anakku ayo ikut aku,Aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu beliau menarik tanganku, kemudian aku ikuti langkah beliau menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang..
Manusiawi aku pun mulai mengeluh
” Stad.. mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang… jgn lewat jalan ini stad, aku capek” …
Ustad hanya diam, sambil terus menepuk nepuk bahuku sembari berjalan.
Sampai akhirnya, kami sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu - kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.
"SUBHANALLOH..
“Wwaaaah… tempat apa ini Stad..? aku suka! aku suka tempat ini!” Indah sekali stadz, indah sekali, tidak sia-sia kita tadi susah payah kemari stad..??
Ustad tersenyum sembari menghela nafas, dan kemudian mengajakku duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
” Anakku, Paling tidak kamu sudah sedikit tahu tadi pertama melihat keindahan telaga ini..
Tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
"Tidak tahu stad,Jawabku, padahal tempat ini indah banget stad, kenapa orang -orang jarang yang kesini.??
Begini nak... ” Itu karena Kebanyakan orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga yang sangat indah di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
"Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayarkan? ada telaga yang sangat indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa-apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
"Tapi stad, aku tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau nak , oleh karena itu ada nasehat yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … ada tanganku yang tetap menepuk bahumu ketika kau berjalan tadi agar kau tetap semangat dalam berjalan tadi, begitu pula hidup, saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri…
Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri…
Seorang muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya…
Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang..
(Sebuah Pesantren di Sukabumi, Jazakallohu khoiron katsiron untuk ilmu hikmahnya ustad Abdul Mu'thi, Lc)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar