Lembar

Sabtu, 29 Juni 2013

Kosong,Melompong-Pecah,Terbelah-Remuk,Terpuruk..

Melupakanmu lalu menetakkannya pada langkah yang tertinggal adalah hal berat,seperti membebani pundak dengan kaki terantai besi besar...
Berat dan menyiksa...

Kenangan seperti kilatan-kilatan panjang cahaya yang memutari mata dan memenuhi otak...
Berebut susul menyusul,Memburu tempat untuk dikenang..
Membuka lembaran-lembaran tiap abjad yang kita tulis,menjadi huruf-huruf sarat makna...

"Cinta yang salah pada keadaan juga tempat yang salah" Katamu...

Jika yang terdalam menyimpan rahasia adalah hati..
Kebahagiaan itu meski sejenak pernah kita reguk bersama..
Tak terpungkiri saat itu mawar-mawar merah seperti merekah indah..
Wewangiannya seperti mengurung kita dalam sebuah abjad yang kita rangkai menjadi kalimat "sebuah Bahagia"..

Senyummu,Candamu,tawamu,manjamu..
Seperti goresan maestro di kanvas hidup perjalanan kita..
Yang mengingatnya,seperti mampu lambungkan angan pada mimpi-mimpi semegah cakrawala..

Dan....
Tiba juga masanya..
Kau yang ajarkan aku bahagia..
Kau pula yang ajarkan aku, Pedihnya derita..

Derita, Mendambakan saat-saat itu..
Saat dimana aku tatap kedalaman matamu,dan kau tertunduk saat aku kecup mesra keningmu..

Berlalulah sudah, Sebuah Kisah..
Biarkan Udara Menghempaskan Debu-debu Apa yang kita sebut,detik kenangan..







Jumat, 28 Juni 2013

KITA DAN KENANGAN...

Hujan di 29 Juni 2013....
Datang begitu saja,sebuah ingatan panjang tentang garis-garis kenangan..
Kisah panjang tentang sebuah perjalanan takdir yang mengumpulkan jiwa-jiwa muda beringas, cadas, memelas dan nafas-nafas memburu pada sebuah arti pencarian jatidiri.
Malam-malam yang kita cumbu bersama,lalu menggeliat diantara bisik angin tengah malam yang lambungkan kita,pada mimpi-mimpi semu..
Lalu koor kita tentang lagu-lagu benteng-benteng rapuh kita pada emosi,gejolak nafsu juga cumbuan pada bergelas-gelas arak,gumpalan asap-asap damai,atau hembus pipa-pipa penyuling desis penyemangat hampa..
Gurau kita seperti setiap malam-malam yang kita lalui bersama adalah hanya milik kita..
"Malam ini milik kita........ Jalan kita masih panjang.." Dan dekap kita pada perayaan sederhana kita,selalu kita teriakkan,pada kaki-kaki langit yang angkuh mencibir kita..
Bintang dan tanpa bintang,kita selalu menengadahkan harap pada puncak-puncak langit penuh gemerlap..
Hanya ada suka, hanya ada canda, hanya ada tawa..

Lalu waktu beranjak..
Waktu tak mau menunggu kita,menghabiskan arak-arak yang masih belum habis tertuang..
Waktu tak mau berhenti menanti kita yang sedang menimbang arah,jalan mana yang kita lalui..
Waktu enggan berbalik menjemput kita, untuk mengantar kita pada puncak-puncak harapan..

Waktu berjalan meninggalkan kita pada jejak-jejak yang lenyap tersiram hujan..
Satu persatu kehidupan kita terampas pada sebuah perebutan kepentingan hidup..
Kau pergi,dia pergi, mereka pergi, aku berlalu..

Dinding lapuk kenangan, akan terus memahat kisah kita, kisah anak-anak jaman yang melengkapi takdir..
Hingga pada saatnya nanti kita lewati lorong dengan dinding kenangan itu, kita bisa berujar "Kami pernah menjadi bagian dari pahatan di dinding yang kita sebut, KENANGAN KENAKALAN MASA MUDA yang indah dulu..

Sahabat..
Semoga kalian masih ingat tiap detiknya..
Yang telah pergi dalam keabadian.. Selamat jalan kawan.. Bernyanyilah bersama PELANGI..

(Dedicated for : Mak Kolot,Double Mad,EX-COOL,Almarhum,Tipe-Ex,sleeting dool,ataupun panggung-panggung underground sepanjang jakarta,jiwa-jiwa haus dulu, di marie gold,RIKA,ataupun Pala Sari,Juga warkop-warkop disekitarnya,yang jika kita tidak memiliki banyak uang,kita biasa menghutang sekedar tempe goreng pengganjal perut kosong di malam-malam kita. Pluit dalam,Penjaringan,Gang mawar,Wacunk,pluit raya,tanah merah and for all yang telah menuliskan abjad-abjad indah pada "SEBUAH PERJALANAN" takdir ku....)

Senin, 24 Juni 2013

Mentadaburi Umur... 25 Juni 2013

Selamat Milad Jiwa, Raga, Dan hatiku...
Tak ada ungkapan syahdu...
Tak ada ucapan merdu...
Tak ada Hiruk pikuk apapun...

Yang Terbaik pun,dari yang pernah aku jaga dan aku Cintai...
Seperti sudah tak ada lagi sekedar kata-kata yang indah ku cermati,meskipun tak seindah puisi..

Setahun,bertambah tua..
Dengan langkah yang tertatih dan ruang-ruang pengap hidup yang masih saja melingkupi..
Seperti Labirin panjang dengan ujung yang belum aku tahu dimana..

Kisah panjang,yang pernah kita ukir pada dinding-dinding jaman..
Pudar,bersama tetes hujan..
Sirna,bersama Angin yang mendera,menjelma menjadi debu-debu harapan yang berterbangan..
Sudah terbawa hilang entah kemana..

Berlalulah Kisah Indah yang pernah kita untai bersama..
Lalu kau lenyapkan biji-biji ingatan pada tiap detik saat kemegahan rasa meraja..

Tersenyumlah, Duhai diriku..
KARENA AIR MATA YANG BERDERAI PUN TAK AKAN MERUBAH APAPUN..

Minggu, 23 Juni 2013

KeSombonganmu lah yang akan Menjerumuskanmu..

Kesombongan adalah hal yang kadang kita lakukan,tetapi terkadang kita tidak menyadarinya..
Beberapa hadits-hadits yang menerangkan tentang buruknya sifat kesombongn dan keamgkuhan..
Semoga dapat menjadi pembelajaran semua kita...

“Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: “(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus”, Beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang lain” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkomentar tentang hadits ini, “Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka dan menolak kebenaran”. (Syarah Shahih Muslim 2/269).
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, “Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan, dia juga sombong menerima kebenaran dari orang lain”. (Jami’ul Ulum Wal Hikam 2/275
Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Sebagaimana Allah mengunci mati hati orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah maka demikian juga halnya Allah juga mengunci mati hati orang yang sombong lagi berbuat semena-mena, yang demikian itu karena hati merupakan sumber pangkal kesombongan, sedangkan anggota tubuh hanya tunduk dan patuh mengikuti hati”. (Fathul Qodir 4/492)
Dan orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan memperkecil postur tubuh mereka sekecil semut dan hinaan datang dari segala penjuru tempat, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam yang di sebut Bulas, di bagian atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran penghuni neraka”. (HR. Tirmizi & Ahmad, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat)
Yaa Rabb... Jauhkan sekecil-kecilnya Sifat Kesombongan dari dalam hati Hamba...

Sabtu, 22 Juni 2013

Memelihara kerinduan adalah Memelihara Cinta.. (Ya.. Aku Merindukanmu)

Pernahkah kau merasakan sebuah arti kerinduan...??
Setiap manusia sama,dalam kemanusiaannya,suka-duka,perih-bahagia,luka-suka,hitam ataupun putih Sebuah Perjalanan.
Perasaan Kerinduan itu seperti mengiris luka,lalu menteskan air nipis di atas luka tersebut..
Dapat menatap,bisa berjumpa dengan sesuatu/seseorang yang dirindukan itu adalah obat terampuh,dari segalanya,meski sejenak...

Memelihara kerinduan adalah wujud memelihara cinta..
Sebuah kalimat agung bagi sang pencinta..

Ya..
Begitupun aku merindukanmu..
Seperti rinduku menatap senja dengan gerimis kecil-kecil yang memercik di atas tanah..
Juga Seperti rinduku mentap kilau embun pada pucuk-pucuk dedaunan yang menandakan pagi..

Kau adalah kalimat yang selalu aku tuliskan,lalu ku jilid menjadi buku SEBUAH PERJALANAN..
Meski jika nanti,buku itu kita simpan di laci lalu berdebu..
Aku akan selalu membersihkannya,karena yang aku tahu dan aku mengetahuinya..
Tempatmu selalu terindah.. Diantara jajaran Buku-Buku Hidup yang Lain..

Jumat, 21 Juni 2013

Jangan takut menjadi "Hitam'

Seperti berjalan begitu saja,obrolan panjang dengan bapak-bapak tua yang berkulit hitam legam tadi (Karena perasaan dan memang nyatanya aku saja berkulit hitam,eh masih hitam bapak-bapak tadi, hehehe..)
Ceritanya mengalir,singkat tetapi padat makna,pada waktu istirahat acara ijab qobul walimatul 'ursy,teman yang sudah seperti aku anggap adik sendiri.
"Saya orang kecil mas,modal balung(modal dengkul),nyari rizqinya juga hal-hal yang kotor-kotor,makanya malu untuk menghadiri acara-acara formal dengan orang-orang berpakaian rapi begini.." Ujarnya tanpa nada kesombongan sedikitpun.
Entahlah,aku senang sekali bertanya-tanya tentang kehidupan pada orang-orang yang aku temui dimanapun. Tetapi tidak kepada orang yang lebih sering mendongakkan kepala dengan wajah memberi senyum sisnis ketika sekedar berpapasan,(realitanya memang ada orang-orang seperti itu,hehehe..)

Obrolan berlanjut,dan hingga saatnya pulang dan bersalaman dengan pengantin juga sohibul hajat,aku dan otakku sudah mendapat satu ilmu yang amat sangat berharga,bahwasanya,apapun yang kita lakukan dan kerjakan. Asal kita bersungguh-sungguh/Istiqomah,Alloh sudah menyiapkan "JALAN KEHIDUPAN" Untuk kita.

Lelaki tua berkulit hitam legam yang di sebelahku tadi, hanyalah seorang pembuat areng dari batok kelapa. Yang dari hasil usahanya itu,beliau bisa naik haji bersama istrinya 2 kali,juga menyekolahkan anaknya hingga menjadi dokter.

Aku menyalami beliau,yang kebetulan kami jalan beriringan,yang beliau sudah di jemput sebuah mobil mewah berwarna putih keluaran terbaru, "Anak saya mas,sembari beliau memperkenalkan anaknya.." 
Subhanalloh/Maha Suci wahai ENGKAU Alloh,yang meberikan hamba ibroh/pelajaran berharga,di hari yang masih belum siang ini.

Bahwasanya,jangan pernah takut melakukan yang walaupun terlihat hina dimata orang-orang (dalam arti rizqi yang halal) cintailah yang kita bisa dan lakukan yang kita yaqini,maka Alloh akan mecurahkan rizqiNYA,tanpa ada yang sanggup membendungnya. Man Jadda wa jadda nya kita Lakukan, Maka Kun Fa Ya Kun NYA Alloh,akan Terlimpahkan.

Jazakallohu khoiron katsiron,bapak.. Atas nasehat yang tak bermaksud menasehatimu di hari ini..
Barokallohu Fiikum...

Berebut Benar yang akhirnya malah tidak "benar"

Selepas maghrib,21 juni 2013
Berebut salah,adalah hal yang sudah tak lumrah lagi di jaman sekarang ini...
Karena jaman sekarang yang diperebutkan adalah benar..
Yang salah pun seperti maunya benar..
Apalagi yang benar, atau yang suka menciptakan pembenaran..

Memohon maaf,adalah juga hal yang paling berat dilakukan untuk keadaan sekarang ini..
Salah pun,jika perlu melakukan pembelaan agar terlihat "benar" dimata manusia..

Padahal hakikat memohon maaf,adalah sama saja mengampuni diri kita sendiri..
Melegakan hati,dan menghaluskan perasaan jiwa..
Kesalahan kita pada Alloh SWT/vertikal/hablum minalloh,cukuplah satu yang kita laksanakan, kita memohonkan taubatan nasuha/sebenar-benarnya taubat padaNYA maka kesalahan kita akan dihapuskan,terkecuali kesalahan menyekutukanNYA.


Tetapi kesalahan pada manusia/horizontal/hablum minannas,yang kita lakukan adalah harus dua kali permohonan ampun,yang pertama tentu saja pada manusia yang kita sakiti tersebut,dan yang kedua beristighfar lalu baru memohon ampun padaNYA. 


Alangkah leganya hati,jika kita melakukan kesalahan dan lalu kita berbesar hati mau meminta maaf,tanpa berebut benar. Mengakui kesalahan itu memang berat,tapi disitulah akan teruji seberapa besar jiwa juga hati kita.
Karena pengakuan/mau mengakui kesalahan/permohonan maaf sendiri juga dapat mengikiskan kemarahan sekeras batu sekalipun.

Dan, Aku selalu belajar menjadi pribadi yang seperti itu..
Mari sama-sama belajar,untuk berani mengakui kesalahan juga memohon maaf..


Rabu, 19 Juni 2013

Hidup Terus Berlanjut.. Kuatlah...

Kadang Seperti merasa Lelah melewati perjalanan hidup...
Tetapi jika sudah berkata dan merasa lelah,segalanya akan berakhir sudah..
Aku pandang lagi harapan yang masih jauh terbentang,entah di kaki langit mana,
ujung harapan akan berhenti...
Atau malah di puncak langit,bersanding dengan bintang-bintang...
Seperti mimpi-mimpi masa kecilku...

Keyakinan dan semangat yang membuat aku selalu kembali bangkit...
Karena aku sadar,hidup akan terus berlanjut,dengan ataupun tanpaku...

Jatuh,bangun lagi,terjerembab,bangkit lagi...
Karena kekuatan yang terhebat,adalah ketika kita dipukul keadaan,dan jatuh terpuruk,
Kita masih sanggup berdiri tegak melangkah kembali...
Melewati jalanan kehidupan...
Melalui lubang-lubang terjal jalan hidup...

Sabtu, 15 Juni 2013

SEBUAH RIHLAH: Bait Harap..............

SEBUAH RIHLAH: Bait Harap..............: Wahai Hening..  Bisikkan ia hasrat kerinduanku..  Mendekapnya dlm pangkuan lembut setiaku..  Paparkan gelisahku..  Akan jarak yg me...

SEBUAH RIHLAH: Tiada Suka atau Duka Yang Abadi

SEBUAH RIHLAH: Tiada Suka atau Duka Yang Abadi: Berganti lagi hari,perjalanan kehidupan senantiasa menghadirkan pengalaman-pengalaman baru. Suka-duka, tangis-tawa, duka-bahagia,gagal-berha...

SEBUAH RIHLAH: Sebuah Rihlah,Nama Terindah....

SEBUAH RIHLAH: Sebuah Rihlah,Nama Terindah....: Untuk Sebuah Nama... Yang Ketika kusebut,tergetarlah seluruh jiwa... Matamu bening seperti embun,dimana ketika resahku mengganggu, dengan...

SEBUAH RIHLAH: Renungan Siang di pertengahan juni..

SEBUAH RIHLAH: Renungan Siang di pertengahan juni..: Siang di pertengahan Juni 2013... Hidup selalu saja begitu... Atas nama Perebutan nafkah,senggol-menyenggol, ancam mengancam,kejar mengej...

SEBUAH RIHLAH: Atas Nama Kenangan....

SEBUAH RIHLAH: Atas Nama Kenangan....: Haruskah geliat rindu yang kita simpan.. Pada getar dawai hati, bening kilau embun dan segaris cahaya pagi membuatku mesti berhenti pad...

Atas Nama Kenangan....

Haruskah geliat rindu yang kita simpan..
Pada getar dawai hati, bening kilau embun dan segaris cahaya pagi
membuatku mesti berhenti pada sebuah titik,
yang kau namakan tepian sebuah perjalanan panjang..??,

Kegetiran ini, katamu, melelahkan,
dan membuatmu kerap terkulai tanpa daya menggapai asa di lereng langit
yang telah beku dicekam perih rindu lalu luruh satu-satu...
Serupa hujan membasahi belantara tak berujung
Memori yang telah kita pahat rapi pada dinding kenangan
adalah rumah tempat kita pulang dan berteduh dari reruntuhan musim...
kekuatan rasa dan keagungannya yg membuat kita kokoh dngn ketegarannya..
untuk tetap bertahan dari bentangan jarak dan waktu...
Pada akhirnya, hasrat itu akan kita titipkan bersama pada bentang bianglala
lantas menikmatinya, seraya berucap lirih.... 
"Dalam panasnya hari penantian..
Diantara gigilnya hujan...

Kan hadir sebentuk kisah yg kita nikmati warnanya seindah pelangi..."

Renungan Siang di pertengahan juni..

Siang di pertengahan Juni 2013...
Hidup selalu saja begitu...
Atas nama Perebutan nafkah,senggol-menyenggol,
ancam mengancam,kejar mengejar jg susul menyusul tak pernah ada henti...
Tenang sejenak ketika dhuhur terbasuh wajah dengan air wudhu...
Ketika kembali ke dunia nyata,tak ada yang bisa teraplikasi dari wujud,
kepasrahan pada saat "menyembahnya"...
Pernahkah kita berpikir, bahwa sebenarnya kita telanjang ketika baru dilahirkan...
Dan kita telanjang juga pada saat kita meninggalkan,apa-apa yang sudah kita,
kumpulkan dengan cara apa saja untuk dunia ini..
Tapi begitulah manusia, maka Alloh memberi contoh dengan baik..
Kenapa ketika bayi yang baru lahir, selalu saja menggenggamkan tangan mereka...
Karena Alloh memberi perumpamaan,bahwa manusia ketika sudah diturunkan ke dunia,
segalanya ingin di genggam/diraih...
Manusia tidak mau berpikir,bahwa ketika mereka mati,maka tangannya lepas semua...
Yang Alloh memberi perumpamaan,bahwa ketika mati,maka lepaslakanlah semua,
yang pernah digenggam didunia ini...
Dan aq pun termasuk manusia yang menggenggam itu...
Tetapi dengan saling mengingatkan,semoga kita bisa sama belajar untuk lebih peduli lagi,
pada kehidupan abadi kita...
Karena dunia,hanyalah alat utk kita bisa sampai di syurgaNYA,atau malah terjerumus,
di nerakaNYA (Summa naudzubillah)...

Kamis, 13 Juni 2013

Sebuah Rihlah,Nama Terindah....

Untuk Sebuah Nama...
Yang Ketika kusebut,tergetarlah seluruh jiwa...
Matamu bening seperti embun,dimana ketika resahku mengganggu,
dengan menatapnya,aq temukan kedamaian didlmnya..
Usap hangatmu,membuat redup dan gigil semangatku,selalu menjadi membara..

Beberapa musim telah berganti..
Kenangan yang terpahat kokoh pada dinding-dinding jaman...
Takkan pernah lekang dikikis waktu..
Meski nanti kusam dan berdebu,aq tetap akan membersihkannya..
Karena..
Namamu tak akan pernah terganti...
Kemarin,sekarang dan untuk Selamanya...

Tiada Suka atau Duka Yang Abadi

Berganti lagi hari,perjalanan kehidupan senantiasa menghadirkan pengalaman-pengalaman baru. Suka-duka, tangis-tawa, duka-bahagia,gagal-berhasil selalu datang dan pergi mengisi hari-hari dalam sebuah rihlah panjang kehidupan. Ada kalanya kita tertawa bangga karena sebuah keberhasilan,tak jarang juga kita terpekur murung karena sebuah kegagalan. Adakalanya kita mencibir atas kesalahan orang lain,dan sering juga kita dicibir karena kesalahan yang kita lakukan, semuanya atas dasar alasan yang sama, kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Kembali kehati ketika segalanya seperti sudah tidak bersahabat lagi. Kedamaian,kepedihan,bahagia,duka lara,tangis,tawa, hati lah yang bisa mengarahkannya. Yaqinilah.. Tak Pernah ada Suka atau Duka Yang Abadi..

Rabu, 12 Juni 2013

SEBUAH RIHLAH: Hitler dan Aku........

SEBUAH RIHLAH: Hitler dan Aku........: Dan.... Bukankah seorang Hitler saja masih menangis tersedu sedan,ketika tahu ditinggalkan wanita yg amat dicintainya...?? (Eva Braunnya...). Apa lagi aq yang bukan siapa-siapa...

Hitler dan Aku........

Dan.... Bukan seorang Hitler saja masih menagis tersedu sedan,ketika tahu ditinggalkan wanita yg amat dicintainya...?? (Eva Braunnya...). Apalagi aku yang bukan siapa-siapa.....

Selasa, 11 Juni 2013

Bait Harap..............

Wahai Hening.. 
Bisikkan ia hasrat kerinduanku.. 
Mendekapnya dlm pangkuan lembut setiaku.. 
Paparkan gelisahku.. 
Akan jarak yg membentangkan cerita manis bersama disebuah negeri suci.. 
Jagakan ia.. Utk diduniaku.. Ringankan beban dan tnggung jwbnya.. 
Serta jagalah aq utknya.. Apapun engkau.. Bagaimanapun.. Sampai kapanpun.. 
Rasa ini takkan pernah berubah.. 
Krn aq yaqin.. Bhw suatu saat nanti.. 
Sgl kisah duka lara.. Suka cita.. 
Nantinya hny akan menghadirkan Bahagia diatas Bumi CintaNYA...

Senin, 10 Juni 2013

Gerimis Pekat............

Gerimis kecil-kecil kutatap dari sebuah jendela...
Tetesnya mengumpul,mengalir menuju celah manapun yg dapat terlewati...
Bahagia membuncah memandang indah pembungkus raga..
Pilihan TERBAIK dari yang TERBAIK..
Biar dia yg menemani kemanapun kusongsong angin..
Terima Kasih atas Ulur tangan yg kudekap hangat yang selalu kuingat dan tak pernah lenyap...
(Biar diantara gerimis kuhanyutkan perih karena hujan tlah mewakili segalanya...)
 

Minggu, 09 Juni 2013

Teriak Do'a

Belumkah KAU wahai Tuhan..
Jatuhkan segenggam benih kekuatan
Untuknya ku buka pintu bisu, & ku teriakan..
Semangat hidup! Lantang seperti halilintar!
Walau senja usai, tetaplah ku teriakan..
Semangat jiwa! Lantangkan bagai petir menggema!
Semangatku tak akan habis sampai disini..
Harapanku jg tak bisa kau hentikan,sekedar dengan cibiran..
Hidup terbatas, namun jangan pernah batasi harapan orang lain..

Muhassabah Selepas Isya

Isya sudah lewat,seperti malam-malam sebelumnya... Tidak seperti biasanya... Keharuan seperti menemukan  puncaknya,rihlah panjang kehidupan seperti datang membayang sesak memenuhi rongga dada... Dosa yang bertumpuk,kekhilafan yang terulang-ulang juga pengkhianatan pada makna kehidupan itu sendiri,datang dan pergi silih berganti. Air mata seperti tak cukup menebus dosa. Taubatan Nasuha pun seperti bayang semu belaka. Makna kehidupan yang benar-benar menyesakkan.